Kamis, 28 November 2013

Kamu kembali
(Aku tak tahu harus bagaimana)

Malam ini aku  menangis tanpa air  mata. Entah apa yang harus aku lakukan, mendengar suaramu adalah hal yang terindah buatku.  Kamu hadir disaat aku terpenjara, apa mungkin Tuhan tak mau melihatku terus terpuruk. Aku merasakan kembali bahagia. Bahagia yang begitu lama aku inginkan bahkan malam ini aku belum bisa fokus pada satu tujuan. Ya.. tujuan aku malam ini adalah berusaha melupakan problema yang saat ini aku alami dan memikirkan tugas kuliah aku yang belum kelar-kelar. Ya Tuhan aaaaahhhhh........ thankz untuk semuanya Tuhan.....
Hufft.........
Berkali-kali aku berusaha untuk fokus pada tugasku namun tak kuasa aku menahan rasa ini. Aku merasakan jatuh cinta yang kedua kalinya dan sungguh sangat-sangat bahagia kurasakan. Aku tak peduli lagi apa yang telah terjadi di masa laluku. Aduh.... ada apa pada diriku ini..????
Fokusss..... fokusss.... fokusss...
Aku harus fokus malam ini. Lupakan Dia sejenak yang hanya membuatmu lupa dengan tugasmu. Usaha... usaha... usaha...
Aku harus berusaha untuk melupakannya. Untuk malam ini saja titik.
***












Cinta tanpa Jeda.
Aku bahagia karena kamu masih ingat kata-kata itu. Setelah sekian lama kamu tak pernah lagi hadir dikehidupanku dan malam ini kamu datang diwaktu yang sangat tepat. Saat aku butuh seseorang yang mampu membuatku melupakan problema kehidupanku. Salahkah diriku jika aku menerima dirimu kembali yang dulunya aku telah janji pada diriku sendiri untuk tidak lagi mau menerima dirimu kembali jika memang ada saatnya untuk kamu mengatakan itu. Yah... janji yang kubuat ternyata tak mampu aku jalani, sunggu aneh pada diriku. Aku yang begitu tegar atas segala yang terjadi, namun ketika menghadapi dirimu begitu sulit untuk kukatakan aku tegar.

Dua hari yang lalu aku sangat terpuruk sendiri. Handpone aku tak berdering, kubuka akun facebookku namun tak ada yang menarik. Rasanya aku lebih baik menikmati nasibku yang malang ini.


Di saat aku merasakan getar yang membuatku ragu pada dirimu, khayalan yang begitu konyol jika kuceritakan kisahku pada teman-teman aku. Rasanya aku sangat malu untuk menjelaskan semuanya.
Itulah perjalanan cintaku.
Cinta yang hadir setelah sekian lamanya kami menjalin persahabatan, cinta yang dulunya hanya sebatas kasih sayang selayaknya seorang sahabat. Namun cintanya juga yang membuatku jadi gila ketika kami memilih mengakhiri hubungan ini.
Aku bahkan lupa kapan kamu mengatakan itu padaku, mengatakan bahwa kita begitu banyak perbedaan dan tak tahu harus bagaimana.
Saat itu juga aku memutuskan untuk tak lagi menghubungimu. Jika aku diminta untuk jujur aku akan mengatakan aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu.
Malam yang begitu haru buatku. Saat sunyi yang menghampiriku, saat lelah yang kurasakan. Aku bagaikan  debur ombak yang mampu pecahkan karang. Malam itu juga aku memutuskan untuk tak lagi mengenangmu.
Seperti biasa... aku menjalani keseharianku dengan kesibukan yang dengan cara itu aku mampu melupakan dan berhenti berharap dari perhatianmu. Aku hanya wanita yang selalu menerima belas kasihan dari teman-teman. Setiap kali temanku melihatkan perhatian dari kekasihnya aku hanya bisa menangis dalam hati dan berkata sebenarnya aku juga sangat ingin Dia begitu padaku. Namun bagiku mustahil jika Dia tiba-tiba muncul dan memberikanku perhatian sama halnya yang dirasakan temanku itu.
Bahkan aku bingung pada diriku sendiri, mengapa aku harus berharap pada Dia. Dia dia dan dia...
Bukankah setiap insan akan memiliki kekasih yang lebih baik jika kekasih sebelumnya meninggalkan kita. Tentu pasti akan ada yang lebih baik. Namun aku sendiri tak mau menerima kenyataan. Mengapa setiap kali aku iri pada hubungan teman aku, aku hanya berharap kapan Dia bisa seperti itu. Buat apa coba aku berharap seperti itu yang jelas tak mungkin kembali lagi.
Itulah yang kurasakan.


Aku belum mampu untuk menerima yang lain. Bagaimana jika seandainya aku menunggunya sedangkan dia telah dimiliki oleh wanita yang lain. Jawabanku adalah aku akan tersenyum walaupun itu sangat sakit kurasakan, namun aku tak akan menggantikannya dari yang lain. Aku sangat mencintainya. Bahkan setelah lamanya hubungan aku dan Dia berakhir aku masih menganggap jika Dia masih milikku.
Walaupun aku tak pernah bersamanya namun karena sayangku yang tulus dan ikhlas ini membuatku jadi yakin bahwa suatu saat nanti aku akan berubah dengan suatu hal yang berbeda. Namun kuhaturkan pada diriku jika memang aku masih mengharapkan dirinya aku yakin cinta itu tak harusnya dia tahu karena bagiku cinta tanpa jeda yang bisa memberiku hidup yang sederhana. Berharap disisi  yang tak nyata. Apa salahnya jika aku berkhayal bahwa dia milik aku. Setidaknnya aku bukan pihak yang membuat hubungan dengan kekasihnya yang baru jadi runyam. Bahkan aku sangat ingin mengenali siapa kekasihnya sekarang. Aku hanya ingin memberitahukan apa yang kamu sukai.
Beberapa bulan kemudian ketika bulan Februari    tepatnya dihari kasih sayang aku kembali menangisimu dalam pelukanku yang terpatri mengunyam siksaan rindu pada dirimu. Kamu belum sempat memberiku kado istimewa yang pernah kamu janjikan buatku. Jika suatu saat nanti di tahun baru tahun 2013 tepatnya di hari valentine aku akan memberikanmu kado yang istimewa.
Semuanya telah hilang. Februari, maret, april, mei, juni, juli, agustus, dan september. Aku tak pernah lagi melihat wajahmu. Namun hal itu aku tak pernah merasa jauh darimu karena disetiap tidurku kamu selalu menemaniku walupun hanya dalam mimpiku. Aku tak tahu   mengapa Tuhan  membrikanku bunga tidur seperti itu. Bersama dirimu menjalani keseharian yang tak pernah ada masalah antara kita. Andai saja itu nyata betapa bahagianya diriku. Lewat mimpi saja aku sangat bahagia. Apalagi jika ini nyata.
***

OKTOBER KEMBALI
Bulan ini  bulan oktober aku bahkan sempat ragu mengapa di bulan ini aku tak pernah mendapatkan keberuntungan. Di hari pertama aku
Tuhan memberikanku penyakit yang tak kuinginkan. Suaraku hilang tak bisa bersuara kecuali aku berkomunikasi dengan yang lain menggunakan bahasa bibir bahasa isyarat.
Satu minggu berlalu influenza aku belum sembuh juga. Rasanya aku  bagaikan burung yang ingin terbang namun tak memiliki sayap. Setiap kali teman-teman aku mengeluh padaku tentang kisahnya dengan kekasihnya, aku hanya bisa  menghargai keluh kesah darinya.

Satu minggu berlalu dan ini adalah hari kedua untuk menuggu yang akan datang di bulan oktober 2013. Kemarin di bulan oktober 2012 adalah bulan dimana aku dan dia berakhir. Tenyata oktober kembali lagi. Aku masih sendiri sampai saat ini, sedangkan Dia sudah ada yang lain.mengapa aku belum mampu meluluhkan hatiku buat pria yang lain. Sekian banyaknya pria yang lebih baik dari dia aku belum mampu membukakan pintu hatiku untukknya.

Satu tahun berlalu setelah aku dan kamu bukan siapa-siapa lagi. Tak sadar ternyata sudah setahun kita tak ada kabar. Namun saat ini jika kamu hadir dihadapanku aku akan mengatakan aku masih milikmu. Aku masih kekasihmu.
Namun semuanya mustahil. Oktober kuingat lagi kisahku saat perpisahan aku dan kamu. Rasanya baru sebulan aku berpisah denganmu.

Ketika cinta menebarkan bau pasak  detik-detik itu juga aku menghitung waktuku. Inikah saatnya aku harus melupakan dan membuang jauh-jauh harapanku. Cinta tak mestinya  kumiliki.    Cinta semestinya kucari dan kupelajari dari kasih sayang seseorang yang bukan Dia(yang kuharapkan).

Oktober yang kelabu
Semalam kamu hadir dalam mimpiku.
Bahagianya diriku ketika kuterbangun dari mimpiku.
Mimpi yang menemaniku dalam kegelapan.
Cintaku berujung dengan harapan tak mungkin kembali lagi.
Itulah ungkapan terakhirku.

Kamu kembali
Oktober...
Malam ini kamu kembali.
Setahun berlalu kamu tak pernah memberiku kabar
kamu kembali lagi
aku tak tahu harus bagaimana.
Awalnya aku tak ingin menerima telpon dari siapa pun, apalagi ini nomor  baru. Aku cukup dirundung pilu saat ini. Namun aku tak tahu mengapa aku tiba-tiba saja menerima telponmu.
Ya Tuhan...
Apakah ini keajaiban buatku???
Buat diriku yang bersabar menanti dirinya.
Dia menelponku.

Assalamu alaikum zahwa..??

Kujawab salamnya kembali
Waalaikum salam..!!

zahwa bagaimana kabarnya..??

Kabarku saat ini tak  mendukung,, sudah dua minggu lebih aku flu tak sembuh-sembuh juga.
Jawabanku dengan hati-hati dan mengingat bahwa ini adalah suara Dia.

Seharusnya kamu banyak istirahat,,, masih kenal dengan aku..??

Tak kau sebutkan siapa kamu aku  sudah mengenalimu...
Rasanya aku ingin menangis mendengar suaranya.

Syukurlah kalau begitu aku masih dikenali...

Ehm.....
Selama ini kamu kemana kenapa kamu muncul begitu saja..??

Sebelumnya aku minta maaf karena telah menghubungimu kembali banyak hal yang ingin kujelaskan padamu namun yang paling penting adalah masihkah kau menerimaku jika kuinginkan kau kembali padaku ataukah sebaliknya…??? Aku masih mencintaimu zahwa…

Justru aku sangat bahagia karena kamu telah hadir kembali dalam kehidupanku.
***

Zahwa

Saat dirimu pergi menjauh
Perasaanku sungguh tak pernah berubah
Keyakinan yang kualami
membuatku semakin percaya…

Percaya bahwa suatu saat nanti
Kamu akan kembali padaku
Kembali meminta cinta yang
Sempat menghilang entah kemana…

Terima kasih karena telah kembali
Inilah cinta kita
Cinta tanpa jeda
Yah… kamu masih ingat itu…


Selasa, 26 November 2013

DUA HATI

Ketika cinta datang menghampiriku, mengapa dia datang disaat yang tidak tepat. Aku bagaikan dera yang terhempas dalam angan yang tak pernah membuatku bahagia.
Dan
Sekarang  kau dan Dia hadir dalam kehidupanku yang teramat membuatku bingung harus bagaimana. Kau dengannya sama-sama penting dalam kehidupanku. Malam begitu dingin membuatku teringat  akan dirimu dan dirinya. Seakan-akan aku membutuhkanmu namun begitupun dengannya.  Andaikan aku bisa menebak perasaanku sendiri mungkin aku tak akan seperti ini. Aku bingung seolah-olah aku takut kehilangan kau dan dia.
Cinta...
Sekian lama aku mengubur dalam-dalam perasaanku setelah setahun berlalu kita mengakhiri semuanya. Kini kamu hadir lagi di kehidupanku dan memintanya kembali. Meminta hubungan kita yang dulu kembali lagi.
Aku masih ingat malam itu, tiba-tiba handponku berdering panggilan masuk, aku masih ingat ketika aku mangucapkan..
“ Assalamu alaikum..”
Dan kamu menjawabnya..
‘ Waalaikum Salam... bagaimana kabarnya..??”
Entah kenapa aku sangat mengenal betul bahwa itu suara kamu.
Tiba-tiba saja jantungku berdegup kencang seakan aku sangat ingin memakimu dan memukulmu andaikan dirimu sedang di depanku. Namun, sayang aku hanya bisa mengeluarkan air mata sedang amarahku aku pendam dalam-dalam. Sungguh betapa sakitnya perasaanku malam itu.
“ masih ingat sama aku??” hanya itu yang sanggup kuucapkan setelah mendengar suaramu.
“sungguh aku tak akan pernah melupakan seseorang yang teramat penting dalam hidupku” itu yang kau ucapkan kembali.
“huuhh....
Omong kosong...” air mataku kembali menetes....
“ selama ini aku minta maaf karena pergi dari kehidupanmu begitu saja”
“maaf....
Kemana saja kamu selama ini..
Belum puas kamu menyakitiku..?”
Namun sungguh tak kuat diriku menahan rasa yang memang aku sangat mencintaimu. Setidaknya hal ini bukanlah hal yang akan membuatku jatuh dan terpuruk. Setelah kau menjelaskan semua yang terjadi antara kita. Aku tak bisa berbuat apa-apa tak sepenuhnya diriku menyalahkanmu. Kuakui aku juga bersalah pada dirimu. Perpisahan yang dulu semua terjadi karena aku.
Salah diriku yang pernah diam-diam jadian dengan sahabatmu yang begitu berperan pentingnya dalam hidupmu namun setelah kita jadian aku tak pernah memberi tahumu. Dan ternyata hal itulah yang membuatmu sangat kecewa kepadaku.
Air mata ini bukanlah yang pertama, namun setelah sekian lama aku menahan rasa sakit ini aku selalu meneteskan air mata yang teramat pedih.
Aku sayang sama kamu....
Sekarang kamu hadir di kehidupanku lagi setelah semuanya jelas kamu kembali memintaku untuk jadi pendamping hidupmu. Sebenarnya sangat sulit untuk kutafsirkan semua keinginanku. Tak mungkin juga aku menolaknya karena aku juga masih menyangimu. Akhirnya kuputuskan tekadku untuk menerimamu kembali, namun semuanya tak seperti yang dulu lagi. Tentunya semua telah berbeda.
Aku hanya bisa berharap jika hubungan kita ini akan berakhir hingga maut menjemput kita. Aku cukup banyak mengenalimu setelah perpisahan kita yang lalu.
Mengapa ketika cinta yang selama ini kuharapkan begitu sulitnya kutafsirkan kembali. Ternyata dirimu telah berubah dari yang lalu kamu membuat hubungan kita menjadi hambar. Sungguh hubungan yang bukan roman. Kau membuatku semakin jatuh dan tersiksa dengan hadirnya dirimu kembali. Andaikan aku mengetahui lebih awal aku akan lebih memilihmu untuk tak hadir lagi dari kehidupanku.
Menyesal...
Jika semua ini kulakukan bukan karena aku yang sangat sayang padamu, mungkin aku akan memilih untuk mengakhiri hubungan kita yang baru saja kita jalani. Namun, sungguh semua ini karena aku sangat menyayangimu, ketahuilah itu, apa aku harus menangis dan barlutut di hadapanmu agar kamu menyadarinya. Sekarang ini aku hanya bisa bersabar menghadapi dirimu, bahkan aku rela kamu memperbudak diriku setidaknya aku bisa dekat dengan dirimu. Aku menyesal mengenal dirimu, karena cintaku diriku jadi berantakan tak punya semangat hidup jika aku tak mengetahui kabarmu seharian. Aku  benci kata cinta yang sekarang ini kurasakan. Aku hanya takut jika kamu memintaku kembali hanya untuk dirimu sendiri, aku takut jika kamu hanya ingin mempermainkan diriku. Kejam...
Sebulan lebih hubungan kita, aku sangat bahagia karena masih bisa bertahan sampai saat ini namun belakangan ini kamu begitu cepatnya berubah pada diriku bahkan kamu tak pernah lagi memberiku kabar, itupun jika aku yang memulainya baru dirimu memberikan sejuta alasan. Sibuklah, capeklah, kuliah, nggak punya pulsa...
Semuanya telah kau ucapkan padaku, namun begitu bodohnya diriku untuk memahami dan memaafan dirimu. Yang terpenting hubungan kita tetap terjalin karena aku sangat menyayangimu.
Berkali-kali aku diperlakukan seperti ini sehingga aku tersadar akan sikapmu, rasa sayang ini tak lagi sama seperti dihari yang kemarin. Sungguh begitu cepatnya hilang begitu saja bahkan aku sempat akan mengakhiri semuanya, semacam aku tersadar dari hipnotismu. Anehnya mengapa sekarang ini aku jadi sangat membencimu, beda dihari yang kemarin.
Dua tiga hari berlalu, aku tak pernah lagi memulai untuk mengirimkan pesan singkat untukmu, aku tersadar bukan aku yang harus memulainya jika memang kamu sayang padaku. Berkali-kali aku berharap kabar darimu tapi sungguh teganya dirimu menggantung perasanku ini. Aku semakin yakin bahwa kamu tak lagi menyayangiku. Kuputuskan untuk tidak lagi memulai mengirimkan kabar dariku. Jika memang kamu merindukan diriku tentu kamu yang akan memulainya. Setiap hari aku menunggu kabar darimu tapi sungguh tak pernah ada kabar darimu. Rasa sayangku semakin hilang.
Sebenarnya aku sangat ingin mengakhiri semuanya namun sungguh aku tak mau jika aku yang memintanya. Kuputuskan untuk menjalni hubungan kita yang semakin hambar sampai kamu yang memintanya untuk mengakhiri hubungan ini. Hanya itu yang aku pikirkan sekarang. Sungguh dirimu tak pernah lagi mau menghargai diriku selayaknya orang yang kau sayangi.
Ketika embun pagi menebarkan bau pasak..
Entah ada apa pada dirimu,, tiba-tiba saja kamu mengirimkan pesan singkat padaku.
“selamat pagi sayangku”
Sementara itu aku sedang menikmati dinginnya embun pagi disudut jendela kamar pada rerumputan yang digenangi racun gigil pada embun yang membasahinya.
Sungguh perasaanku tak ada lagi, aku bahkan tak berharap lagi pesan singkatmu, yang kuharapkan kapan kamu memintanya untuk mengakhiri hubungan kita. Hanya itu yang ada dipikiranku saat itu.
***