Kamu kembali
(Aku tak tahu harus bagaimana)
Malam ini aku
menangis tanpa air mata. Entah
apa yang harus aku lakukan, mendengar suaramu adalah hal yang terindah
buatku. Kamu hadir disaat aku
terpenjara, apa mungkin Tuhan tak mau melihatku terus terpuruk. Aku merasakan
kembali bahagia. Bahagia yang begitu lama aku inginkan bahkan malam ini aku
belum bisa fokus pada satu tujuan. Ya.. tujuan aku malam ini adalah berusaha
melupakan problema yang saat ini aku alami dan memikirkan tugas kuliah aku yang
belum kelar-kelar. Ya Tuhan aaaaahhhhh........ thankz untuk semuanya Tuhan.....
Hufft.........
Berkali-kali aku berusaha untuk fokus pada tugasku
namun tak kuasa aku menahan rasa ini. Aku merasakan jatuh cinta yang kedua
kalinya dan sungguh sangat-sangat bahagia kurasakan. Aku tak peduli lagi apa
yang telah terjadi di masa laluku. Aduh.... ada apa pada diriku ini..????
Fokusss..... fokusss.... fokusss...
Aku harus fokus malam ini. Lupakan Dia sejenak yang
hanya membuatmu lupa dengan tugasmu. Usaha... usaha... usaha...
Aku harus berusaha untuk melupakannya. Untuk malam ini saja titik.
***
Cinta tanpa Jeda.
Aku bahagia karena kamu masih ingat kata-kata itu.
Setelah sekian lama kamu tak pernah lagi hadir dikehidupanku dan malam ini kamu
datang diwaktu yang sangat tepat. Saat aku butuh seseorang yang mampu membuatku
melupakan problema kehidupanku. Salahkah diriku jika aku menerima dirimu
kembali yang dulunya aku telah janji pada diriku sendiri untuk tidak lagi mau
menerima dirimu kembali jika memang ada saatnya untuk kamu mengatakan itu.
Yah... janji yang kubuat ternyata tak mampu aku jalani, sunggu aneh pada
diriku. Aku yang begitu tegar atas segala yang terjadi, namun ketika menghadapi
dirimu begitu sulit untuk kukatakan aku tegar.
Dua hari yang lalu aku sangat terpuruk sendiri.
Handpone aku tak berdering, kubuka akun facebookku namun tak ada yang menarik.
Rasanya aku lebih baik menikmati nasibku yang malang ini.
Di saat aku merasakan getar yang membuatku ragu pada
dirimu, khayalan yang begitu konyol jika kuceritakan kisahku pada teman-teman
aku. Rasanya aku sangat malu untuk menjelaskan semuanya.
Itulah perjalanan cintaku.
Cinta yang hadir setelah sekian lamanya kami
menjalin persahabatan, cinta yang dulunya hanya sebatas kasih sayang selayaknya
seorang sahabat. Namun cintanya juga yang membuatku jadi gila ketika kami
memilih mengakhiri hubungan ini.
Aku bahkan lupa kapan kamu mengatakan itu padaku,
mengatakan bahwa kita begitu banyak perbedaan dan tak tahu harus bagaimana.
Saat itu juga aku memutuskan untuk tak lagi
menghubungimu. Jika aku diminta untuk jujur aku akan mengatakan aku mencintaimu
lebih dari yang kau tahu.
Malam yang begitu haru buatku. Saat sunyi yang
menghampiriku, saat lelah yang kurasakan. Aku bagaikan debur ombak yang mampu pecahkan karang. Malam
itu juga aku memutuskan untuk tak lagi mengenangmu.
Seperti biasa... aku menjalani keseharianku dengan
kesibukan yang dengan cara itu aku mampu melupakan dan berhenti berharap dari
perhatianmu. Aku hanya wanita yang selalu menerima belas kasihan dari
teman-teman. Setiap kali temanku melihatkan perhatian dari kekasihnya aku hanya
bisa menangis dalam hati dan berkata sebenarnya aku juga sangat ingin Dia
begitu padaku. Namun bagiku mustahil jika Dia tiba-tiba muncul dan memberikanku
perhatian sama halnya yang dirasakan temanku itu.
Bahkan aku bingung pada diriku sendiri, mengapa aku
harus berharap pada Dia. Dia dia dan dia...
Bukankah setiap insan akan memiliki kekasih yang
lebih baik jika kekasih sebelumnya meninggalkan kita. Tentu pasti akan ada
yang lebih baik. Namun aku sendiri tak mau menerima kenyataan. Mengapa setiap
kali aku iri pada hubungan teman aku, aku hanya berharap kapan Dia bisa seperti
itu. Buat apa coba aku berharap seperti itu yang jelas tak mungkin kembali lagi.
Itulah yang kurasakan.
Aku belum mampu untuk menerima yang lain. Bagaimana
jika seandainya aku menunggunya sedangkan dia telah dimiliki oleh wanita yang
lain. Jawabanku adalah aku akan tersenyum walaupun itu sangat sakit kurasakan,
namun aku tak akan menggantikannya dari yang lain. Aku sangat mencintainya.
Bahkan setelah lamanya hubungan aku dan Dia berakhir aku masih menganggap jika
Dia masih milikku.
Walaupun aku tak pernah bersamanya namun karena
sayangku yang tulus dan ikhlas ini membuatku jadi yakin bahwa suatu saat nanti
aku akan berubah dengan suatu hal yang berbeda. Namun kuhaturkan pada diriku
jika memang aku masih mengharapkan dirinya aku yakin cinta itu tak harusnya dia
tahu karena bagiku cinta tanpa jeda yang bisa memberiku hidup yang sederhana. Berharap
disisi yang tak nyata. Apa salahnya jika
aku berkhayal bahwa dia milik aku. Setidaknnya aku bukan pihak
yang membuat hubungan dengan kekasihnya yang baru jadi runyam. Bahkan aku
sangat ingin mengenali siapa kekasihnya sekarang. Aku hanya ingin memberitahukan
apa yang kamu sukai.
Beberapa bulan kemudian ketika bulan Februari tepatnya dihari kasih sayang aku kembali
menangisimu dalam pelukanku yang terpatri mengunyam siksaan rindu pada dirimu.
Kamu belum sempat memberiku kado istimewa yang pernah kamu janjikan buatku.
Jika suatu saat nanti di tahun baru tahun 2013 tepatnya di hari valentine aku
akan memberikanmu kado yang istimewa.
Semuanya telah hilang. Februari, maret, april, mei,
juni, juli, agustus, dan september. Aku tak pernah lagi melihat wajahmu. Namun
hal itu aku tak pernah merasa jauh darimu karena disetiap tidurku kamu selalu
menemaniku walupun hanya dalam mimpiku. Aku tak tahu mengapa Tuhan membrikanku bunga tidur seperti itu. Bersama
dirimu menjalani keseharian yang tak pernah ada masalah antara kita. Andai saja
itu nyata betapa bahagianya diriku. Lewat mimpi saja aku sangat bahagia.
Apalagi jika ini nyata.
***
OKTOBER KEMBALI
Bulan ini
bulan oktober aku bahkan sempat ragu mengapa di bulan ini aku tak pernah
mendapatkan keberuntungan. Di hari pertama aku
Tuhan memberikanku penyakit yang tak kuinginkan.
Suaraku hilang tak bisa bersuara kecuali aku berkomunikasi dengan yang lain
menggunakan bahasa bibir bahasa isyarat.
Satu minggu berlalu influenza aku belum sembuh juga.
Rasanya aku bagaikan burung yang ingin
terbang namun tak memiliki sayap. Setiap kali teman-teman aku mengeluh padaku
tentang kisahnya dengan kekasihnya, aku hanya bisa menghargai keluh kesah darinya.
Satu minggu berlalu dan ini adalah hari kedua untuk
menuggu yang akan datang di bulan oktober 2013. Kemarin di bulan oktober 2012
adalah bulan dimana aku dan dia berakhir. Tenyata oktober kembali lagi. Aku
masih sendiri sampai saat ini, sedangkan Dia sudah ada yang lain.mengapa aku
belum mampu meluluhkan hatiku buat pria yang lain. Sekian banyaknya pria yang
lebih baik dari dia aku belum mampu membukakan pintu hatiku untukknya.
Satu tahun berlalu setelah aku dan kamu bukan
siapa-siapa lagi. Tak sadar ternyata sudah setahun kita tak ada
kabar. Namun saat ini jika kamu hadir dihadapanku aku akan mengatakan aku masih
milikmu. Aku masih kekasihmu.
Namun semuanya mustahil. Oktober kuingat lagi
kisahku saat perpisahan aku dan kamu. Rasanya baru sebulan aku berpisah
denganmu.
Ketika cinta menebarkan bau pasak detik-detik itu juga aku menghitung waktuku.
Inikah saatnya aku harus melupakan dan membuang jauh-jauh harapanku. Cinta tak
mestinya kumiliki. Cinta
semestinya kucari dan kupelajari dari kasih sayang seseorang yang bukan
Dia(yang kuharapkan).
Oktober yang kelabu
Semalam kamu hadir dalam mimpiku.
Bahagianya diriku ketika kuterbangun dari mimpiku.
Mimpi yang menemaniku dalam kegelapan.
Cintaku berujung dengan harapan tak mungkin kembali lagi.
Itulah ungkapan terakhirku.
Kamu kembali
Oktober...
Malam ini kamu kembali.
Setahun berlalu kamu tak pernah memberiku kabar
kamu kembali lagi
aku tak tahu harus bagaimana.
Awalnya aku tak ingin menerima telpon dari siapa
pun, apalagi ini nomor baru. Aku cukup
dirundung pilu saat ini. Namun aku tak tahu mengapa aku tiba-tiba saja menerima
telponmu.
Ya Tuhan...
Apakah ini keajaiban buatku???
Buat diriku yang bersabar menanti dirinya.
Dia menelponku.
Assalamu
alaikum zahwa..??
Kujawab salamnya kembali
Waalaikum
salam..!!
zahwa
bagaimana kabarnya..??
Kabarku saat
ini tak mendukung,, sudah dua minggu
lebih aku flu tak sembuh-sembuh juga.
Jawabanku dengan hati-hati dan mengingat bahwa ini
adalah suara Dia.
Seharusnya
kamu banyak istirahat,,, masih kenal dengan aku..??
Tak kau
sebutkan siapa kamu aku sudah mengenalimu...
Rasanya aku ingin menangis mendengar suaranya.
Syukurlah
kalau begitu aku masih dikenali...
Ehm.....
Selama ini
kamu kemana kenapa kamu muncul begitu saja..??
Sebelumnya aku
minta maaf karena telah menghubungimu kembali banyak hal yang ingin kujelaskan padamu namun yang
paling penting adalah masihkah kau menerimaku jika kuinginkan kau kembali
padaku ataukah sebaliknya…??? Aku masih mencintaimu zahwa…
Justru aku
sangat bahagia karena kamu telah hadir kembali dalam kehidupanku.
***
Zahwa
Saat dirimu pergi menjauh
Perasaanku sungguh tak pernah berubah
Keyakinan yang kualami
membuatku semakin percaya…
Percaya bahwa suatu saat nanti
Kamu akan kembali padaku
Kembali meminta cinta yang
Sempat menghilang entah kemana…
Terima kasih karena telah kembali
Inilah cinta kita
Cinta tanpa jeda
Yah… kamu masih ingat itu…
